Kaji Puisi Adhy Rical, Oleh; Awan Hitam

Oleh Awan Hitam

Kutang Pancara

kutunggu engkau di pancara
melewati sungai konaweha
perempuan pasir menyimpan pokea di kutangnya
jangan takut tenggelam
kita buka dengan kancing baju
agar keringatmu menderas

sudah lama mengail dakimu apung
tapi tak pernah tenggelam lelah
belum bisa mengeja titahmu tatih
padahal kau memanggilku lelaki air
setelah menyelam dalam tangis anakmu
apakah aku mirip perempuan batu menangis?

kutunggu engkau di pancara
menjadi bilalmu
dan dayung masa tuamu
apakah engkau akan datang kutangku?

kutang yang engkau titipkan padaku
sudah kupenuhi beras
kau tak perlu memelas
dua tiga lelaki mendayung tubuhmu

Laosu, 2010
Adhy Rical, 04, 02

pancara: rakit kayu
pokea: kerang sungai

***

Ikutlah berlayar bersamaku, Kutangku

kutunggu engkau di pancara
melewati sungai konaweha
perempuan pasir menyimpan pokea di kutangnya
jangan takut tenggelam
kita buka dengan kancing baju
agar keringatmu menderas

Kutunggu engkau di pancara,kutunggu engkau untuk berlayar denganku,melewati sungai konaweha.’Aku’ berharap ‘dia’ mendampingi kehidupannya,mengarungi kehidupan bersama menyusuri sungai,menyusuri jalan kehidupan bersama.

Perempuan pasir menyimpan ‘pokea’/’kerang’ dikutangnya.Kenapa menyimpan kerang dikutangnya? Sebetulnya saya masih sukar menangkap permisalan ini. Saya coba berandai andai,kenapa memasukan kerang kedalam kutang,bukankah terasa tak nyaman bagi sipemakai. Bisa jadi ini bermakna bahwa ‘pokea’ itu adalah suatu yang disukainya,suatu yang berharga,seperti ibu ibu pedagang dipasar yang menyimpan uang dibalik kutangnya.Jadi ‘pokea’ ini adalah suatu yang berharga,bisa jadi pemberian orang yang dicintai oleh perempuan pasir tersebut.Jangan takut tenggelam,jangan ragu dengan perjalanan denganku,jangan takut ketika bersama ‘aku’ janji ‘aku’ pada perempuan pasir.

Jika berlayar di sungai,apalagi siang siang tentu panas sekali,kalau kita berpakaian tertutup rapat maka akan terasa tidak nyaman.Mungkin kalau pakai baju berkancing lebih mudah dibuka,tak perlu semua kancing dibuka,atau biasanya baju berkancing adalah baju tipis,dan keringat mudah mengalir dan meresap hilang karena hawa panas. Bisa juga arti ‘jangan takut tenggelam ‘ adalah jangan takut mengikuti ‘rasa hati’ dan biarkan kita bersama menyatu dalam kesatuan.kebersaman dalam kedekatan.Pada bait ini kelihatannya,bahwa ‘aku’ berharap mengajak perempuan pasir pergi bersamanya menempuh kehidupan dengannya,dan meyakinkan perempuan pasir,untuk tidak ragu dan takut.

sudah lama mengail dakimu apung
tapi tak pernah tenggelam lelah
belum bisa mengeja titahmu tatih
padahal kau memanggilku lelaki air
setelah menyelam dalam tangis anakmu
apakah aku mirip perempuan batu menangis?

Sudah lama mengail dakimu apung,suatu kalimat yang samar. Mengail daki, mengapa mengail daki.Daki adalah kotoran tubuh,kalau kita sering tidak mandi maka daki akan bertambah banyak,atau kita selalu berkubang kekotoran tubuh kita akan dipenuhi daki. Apakah perempuan pasir memenuhi hidupnya dilingkungan yang ‘tidak baik’, dan ‘aku’ telah berusaha membujuknya untuk melepaskan diri dari tempat ‘tidak baik’ itu. ‘Aku’ sangat sedih sekali melihat perjuangan perempuan pasir dalam memperjuangkan kehidupannya,apalagi yang dilakukan perempuan itu adalah demi anak nya. ‘Aku’ merasa terharu,dan selalu iba dan menangis melihat hal itu,dan perempuan pasir terlihat tegar dibandingkannya,karena perempuan pasir memanggil ‘aku’ sebagai ‘perempuan batu menangis’.

kutunggu engkau di pancara
menjadi bilalmu
dan dayung masa tuamu
apakah engkau akan datang kutangku?

Kutunggu engkau dikapalku. Menjadi pimpinanmu,jadikan aku pendampingmu mengawal masa tuamu.Ikutlah bersamaku,mengarungi kehidupan,ini penekanan kembali pada baris awal puisi ini.Kemudian ada kalimat ‘apakah engkau akan datang kutangku?’,penyair menyisipkan kalimat ini tentu memilki makna.Tiba tiba perempuan pasir berubah menjadi ‘kutang ku’,ini bisa berarti panggilan yang mesra dan kedekatan.Kalau seorang perempuan telah memberi ‘kutang’ nya tentu ‘aku’ adalah seorang yang sangat dicintainya,karena ‘kutang’ adalah suatu yang pribadi dan tertutp atau menutupi bagian rahasia wanita,atau kalau mendalami secara makna konotasi,bisa berarti ‘aku’ adalah bagian perempuan pasir itu,semua rahasia hati,semua cintanya juga tertambat pada ‘aku’

kutang yang engkau titipkan padaku
sudah kupenuhi beras
kau tak perlu memelas
dua tiga lelaki mendayung tubuhmu

Kutang yang dititipkan berubah menjadi suatu tempat penyimpanan beras.Permisalan yang melompat kearah makna lain.Kini kutang adalah tempat mengisi beras.Bahwa kini ‘aku’ telah bisa mandiri,bahwa kini ‘aku’ sekarang sudah mampu untuk megajak perempuan pasir berlayar dengannya.Perempuan pasir tak perlu ragu dengan ‘aku’,karena ‘aku’ sekarang sudah berusaha dan telah kuat dan jangan ragu pergi bersama ‘aku’, karena ‘aku’ akan didekat mu melindungi mu.Perempuan pasir tak perlu lagi bekerja yang ‘tidak baik’ untuk memenuhi kehidupannya,tak perlu lagi memelas untuk meminta ‘dua tiga lelaki mendayung tubuhmu’

Salam hangat mas Adhi Rical
Puisimu benar benar menggugah, bagus sekali.
Salam hangat untukmu sobat

~ oleh ranahaksara pada Juni 25, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: