GADIS BERGAUN MERAH 

Cerita Malam

Masih penuh tanya selidik di benak Eka, siapa wanita karaoke yang menemaninya semalam bernyanyi ria hingga ia pun mabuk kepayang membenam diantara belahan dada wanita tersebut.

Hari ini jumat malam sabtu, esoknya sabtu kantor libur dan seperti biasa seminggu atau dua minggu sekali Eka dan beberapa teman sekantornya sering berencana pergi karaoke. Refresing menghilangkan penat segala urusan pekerjaan kantor dan membuangnya dengan menghibur diri pergi ke suatu klub untuk bernyanyi bahkan bila mabuk bisa lupa pulang alasan dirumah lembur atau meeting dengan klien diluar kota mendadak. Hihihihi.. Waktu masih siang dan Eka telah memesan atau booking room di salah satu klub karaoke hotel berbintang di tengah kota Jakarta dengan menelpon salah satu bagian marketing. Eka sudah menjadi langganan tetap dari klub entertainment tersebut, karena seringnya Eka dan kawan-kawannya bertandang hampir seluruh karyawan dikenalnya baik apalagi marketing klub tersebut.


“Halo.. say, ini dengan Eka.” Sambut Eka ketika nada dering telpone tersambung.

“Apa kabar bang? Mau datang? Silahkan..” Balas suara di balik handphone genggam Eka.

“Baik, seperti biasa saya pesan room untuk sepuluh orang yang agak luasan ya, kalo bisa yang ada viewnya. Jangan lupa ceweknya booking dulu lima orang yang biasa kita booking, selebihnya nanti di kontesin biar dipilih jam tujuh malam kita sudah merapat, ok? Thanks u.” Pinta Eka.

“Baik bang Eka, nanti saya kabari lagi ya, untuk memastikan room dan ceweknya.” Balas marketing klub karaoke tersebut.

“Saya ulangai ya bang..ceweknya lima orang dulu dengan room berkapasitas kira-kira duapuluh orang ya bang?” Kata marketing lagi untuk mengingatkan.

“Ok, nanti kabari lagi ya say, aku tunggu..thanks u.” Balas Eka menyudahi pemesanan room karaoke malam nanti.


Eka berbeda dengan teman lainnya untuk urusan cewek, dia selalu gonta-ganti pasangan dan memang selera Eka sangat tinggi. Yang kurang tinggilah, kurang seksilah, kurang putihlah, kurang montoklah, blab la bla dan bla.. Jadi ia akan memilih sendiri kadang bila tak ada yang cocok dia rela tidak ditemani seorang cewek pun walau teman-temannya sedang bersenang-senang menikmati bermain lidah dan tangan kedalam isi pakaian cewek, Eka gak ambil pusing dengan semua dia biasa nyanyi dan minum sendiri hingga mabuk untuk menghibur dirinya sendiri. Kadang usil pula mengganggu teman-temannya yang sedang asyik berciuman. Agak jail juga si Eka.

Lima belas menit kemudian ada kabar dari marketing bahwa room telah tersedia beserta beberapa cewek juga nama dan paswoord Eka untuk bisa masuk ke dalam room tersebut. Selesai jam kantor pukul enam sore, bersiaplah Eka dan sembilan orang temannya untuk segera meluncur. Setibanya di klub karaoke tersebut mereka disambut sapaan receptionis sambil menyebutkan nama dan password room pesanannya Eka diantar ke dalam room tersebut. Service dari para server mulai keluar masuk memberi pelayanan dari pemesanan menu, menyiapakan lagu dan memanggil marketing beserta lima orang cewek yang telah dipesannya tadi. Lima orang cewek penghibur karaoke pun masuk dan menempati pasangannya masingmasing..tiada canggung karena mereka sebelumnya sudah saling kenal bahkan ada yang hingga berpacaran.. sudah lima pasangan, sisa lima lagi yang belum berpasangan termasuk Eka.

“Aku nanti di kontesin ya mi, cariin yang bagus..” Pesan Eka dan empat orang temannya kepada salah seorang mami, induk semang dari cewek-cewek karoke tersebut.

“Ok pak, ditunggu sebentar ya, saya siapkan anaknya untuk segera kontes.” Sambil kecup kecup pipi sapaan biasa dari mami-mami untuk para tamu langganan mereka.


Keluarlah mami untuk mempersiapkan para cewek tersebut.
Tak berapa lama mami dan rombongan limabelas orang cewek masuk ke dalam room. Mereka lalu bediri berjejer untuk dipilih. Mata Eka memancap ke salah satu cewek yang berdiri paling ujung diantara cewek-cewek tersebut menggenakan pakaian mini berwarna merah darah. Senyuman manis dengan tatapan liarnya, rambut digerai panjang menutupi leher jenjang dan pundaknya yang putih. Dan Eka langsung memilihnya untuk jadi pasangan disisa malam ini, juga keempat temannya yang lain telah memilih pasangannya pula. Lalu sebagian cewek yang tidak terpilih kembali keluar ruangan. Yang terlihat oleh Eka semua sudah lengkap berpasangan, tapi mami itu diam saja karena tak berani memaksa Eka lagi untuk memilih atau menambah cewek lagi. Karena Eka dikenal sangat pemilih dan seleranya sangat tinggi. Mami itupun pamit untuk meninggalkan ruangan.

Musik dan lagu pilihan telah dimainkan silih berganti lagu dinyanyikan, tosth gelas minuman pun telah berdenting beberapa kali. Sesekali bernyanyi dengan pasangannya atau sekedar bergoyang bersama untuk memulai atau sekedar pemanasan untuk suasana yang mulai menghangat.


“Siapa namamu?” Tanya Eka pada wanita yang menemaninya.

“Ayu, lengkapnya Sekar Ayu.” Balasnya.

“Kamu anak baru ya di sini? Kok aku baru melihatmu.” Tanya Eka.

“Iya bang, baru hari ini masuk kerja di sini. Dulu sih pernah kerja di sini, keluar dan sekarang masuk lagi. Maklum kebutuhan kian mahal. Hehehe..” Seloroh Ayu dengan centilnya.

“hmm..cantik kamu Ayu dan seksi lagi.” Goda Eka, dengan mengecup bibir Ayu lalu melumatnya habis hingga nyaris dada Ayu telanjang setengah badan karena ulah nafsunya Eka yang tak kuasa menatap dada berisi Ayu.


Mereka pun bersulang lagi dan lagi. Tak ingin lama membiarkan gelas kosong mengering. Tubuh pun mulai ringan bagai kapas terbang melayang terkendali bila bibir saling berpagut kuluman. Ruangan pun mulai diredupkan masing-masing telah sibuk dengan tangan dan lidah mereka. Sesekali terdengar desahan bahkan suara kecupan dari bibir hingga suara gemerisik baju atau kancing. Ruangan temaran hingar bingar musik namun seperti hening tiada penghuni, karena masing-masing telah terlena dengan kenikmatannya sendiri hingga keluar masuk toilet, entah berbuat apa didalamnya. Begitu juga Eka dengan pasangannya. Yang memilih duduk dipojok asyik bercium lepas melumat bibir sesekali tangan bergerilya ke area gunung kembar melumat ujung puting. Gelora nafsu meraja dengan nafas yang tak bisa terhitung. Saling buru memburu kepuasan diri. Tiada satupun yang saling memperhatikan bagaimana keadaan satu dengan yang lain bahkan untuk memapah diri tiada sanggup pula. Mereka telah mabuk minuman juga mabuk dalam belahan dan lipatan biusan nafsu semalam.

Untuk jam pertama minimum booking room dan cewek adalah delapan jam, dan biasanya Eka bisa menambah jam hingga subuh baru pulang atau bahkan melanjutkan hingga menyewa kamar hotel, entah mengapa kali ini tidak, jam dua pagi ia memutuskan untuk segera pulang dan teman lainnya pun menyanggupinya. Setelah masing-masing memberi uang tip kepada para cewek yan telah menemainya sambil kecup perpisahan, Eka yang setengah sadar dibantu marketing untuk membayar keseluruhan tagihan. Dalam tagihan hanya tertera sembilan cewek penghibur.


“Bukannya ada sepuluh anak? kan aku juga booking cewek tadi.” Tanya Eka.

“Cewek yang mana bang?” Balas marketing lagi.. ‘

“Bang Eka gak booking cewek sama sekali, malah duduk sendiri di pojokan dekat toilet seperti tak ingin diganggu, asyik dengan botol dan gelas minuman sesekali senyum-senyum sendiri, kita ya diem aja bang, gak berani tanya atau menawarkan cewek lagi, takutnya bang Eka kecewa karena tak ada yang cocok.” Marketing itu menperjelaskan keadaan di dalam ruangan tadi.

“Trus… tadi siapa yang menemani saya selama karaoke?” Tanya Eka yang tiba-tiba langsung sadar dari mabuk minumannya.

“ow ow..pasti ulah dia nih..” Gumam marketing itu seolah ia tahu siapa wanita yang di maksud Eka.


Sekar Ayu, wanita penunggu karaoke tersebut. Ia memang agak usil sesekali menampakkan diri serupa anak-anak karaoke dengan gaun merahnya berdiri deret di antara kontesan. Dan apabila Sekar Ayu menampakkan diri, maka esoknya pasti klub karaoke tersebut ramai pengunjung.




____________________
-Jakarta ; 15-06-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Juni 15, 2010.

7 Tanggapan to “GADIS BERGAUN MERAH ”

  1. lah trus siapa yang nemenin pemabok itu….???

  2. Hi..takut deh..

  3. kereeeeeeeeennnn

  4. ceritanya muantaff,,,,hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: