BAHASAKAN TUBUH [sepetak kamar hitam #5]



Seperti biasa ini yang tidak biasa ia lakukan. Yaitu mencoba merayu dengan kata. Mengeja merayu sebelum bercumbu.

Gendang telingaku risih mendengarnya sepertinya bukan ia yang aku kenal. Yang tak pandai berkatakata dan hanya seperlunya mengeluarkan kata bila itu perlu, atau hanya sekedarnya. Apalagi disuruh merayu, oalaaa bingung dia mulai darimana.

‘aku tak biasa dan tak bisa merayu karena tak bisa berbohong atau membual melalui kata, tapi aku ingin sekali merayumu seperti lelaki pada umunya’ itu yang selalu diucapkannya.’ Kalau aku tak suka yang ya aku lebih baik diam dan menyingkir dan bila baik aku bilang baik seadanya, gak perlu berlebihan’ itu pula katamu.

Dan kali ini kau mencoba ingin merayu kata untuk aku, tapi tak banyak dan panjang karena kau sendiripun geli menyusun katanya. ‘sudahlah, gak usah dilanjutkan, telingaku langsung berkarat dan aneh saja dengarnya, karena kau seperti yang bukan aku kenal’ aku menyuruhmu diam.

Mungkin ia ingin romantiskan suasan sebelum memulai cumbuan mesranya. Dan iapun menurut apa yang aku pinta.

Aku mendekatkan bibir mematuk manja bibirnya yang sudah diam. Tak berapa lama diapun membalas kecupanku, kita tenggelam dalam kecupan saling melumat dalam basahi rongga mulut yang sedari tadi kering karena bualan yang kosong. Kita tak perlu merayu bila hanya untuk memulai sesuatu hubungan, memang perlu untuk pemanis, tapi apalah itu bila dipaksa dan terpaksa.

‘ah, kau lebih menggairahkanku bila diam karena itu yang membuat kau berbeda dengan lelaki pada umumnya dan juga yang membuat aku jatuh hati padamu.’ Aku membisikkan mesra ditelinganya yang membuat dirinya kian gelonjat karena titik birahinya pun ada ditelinga.

Akhirnya dengan bahasakan tubuh dengan kecupan manja dan sentilan-sentilan halus jemari kita dapat saling memberi rangsangan dan tak perlu kata yang berlebihan untuk melahirkan atau memancing gairah rasa kita berdua.

__________________________
-Jakarta Barat; 06-06-2010-
JZ



BAHASAKAN TUBUH

jemarimu meliuk menyentil kata
coba merenda kata rajuk merayu
itu bukan kau
karna kau bukan perayu kata
lekuk katakatamu pun tak meliar
meliuklah
tubuhmu meliuk
geliatkan
saling rengkuh
renggut
kita bersulang kecupan
basahi bibirbibir cawan
yang kering karna erangan
liar…biar meliar
tiada kata, bahasakan tubuh


Salam

~ oleh ranahaksara pada Juni 13, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: