PESAN MALAM [sepetak kamar hitam #1]



Duduk berlawanan arah.
Curi-curi pandang tersenyum diam kau simpan rasa sambil memegang sebatang rokok yang dihisapnya dalam-dalam buang jengahmu pada asap. Mata nakal itu telah kau curi.
Kau pesan ulang kopi.
‘mas, capucino lagi ya..’ pesanmu pada pelayan kafe. Cangkir kedua setelah cangkir pertama mongering. Terhisap dalam lagi rokok itu.
Sedangkan disebrang sana paha itu menyembul liar dibalik meja sepertinya ada tanda jengah pada tatapan tajammu.
Matamu kian panas bagai tersulut bara rokokmu, panas menegang pacu jantung.
Secangkir capucino tiba,
‘sebentar mas’, ada secarik kertas tisu tertulis pesan kecil untuk dia. Dititipkannya pada pelayan untuk dia empunya paha itu.
‘tolong beri pada wanita yang duduk sendiri disana, bilang dari saya, thanks ya,’ bisik harapmu pada pelayan itu.
Entah sudah habis berapa batang menanti waktu yang akan saling tersambut dalam kebisuan yang keluh. Akan ada maksud yang tersimpan pada masing-masing daya pikat yang terpancing bahasa tubuh yang liar.
‘maaf non, ada pesan dari tuan disana, silahkan,’ kata pelayan itu seraya menyerahkannya pada wanita itu dan berlalu pergi.
Tertulis pesan hanya nomor telepon genggam untuk segera menelponnya.
Percakapan kilat tak sekilat waktu yang yang diam tadi sejuta kata bisu terpendam dalam lumpur hasrat masingmasing.
Renyah geli malumalu tapi mau dalam cakap itu sambil melempar senyum. Tak berapa lama pembicaraan lewat telepon genggam berhenti.
Sudah tak tahan ingin segera berlalu dari kafe ini karena diluar sana dipematangan ilalang menanti pelampiasan birahi.
Satu-satu selang lima menit beranjak dari kafe.
Saling jabat tangan kenalkan lagi diri, sambil menuju ke pelataran parker mobil. Dan melajulah menuju bilik persinggahan waktu.
Bilik yang mungkin lebih leluasa, tempat yang bebas dari mata-mata yang memandang dan tanya akan arti dari kebersamaan mereka atau bahkan ada yang akan mengenal mereka.
Dan aman tentunya untuk membuang segala penat penasaran yang sedari tadi terpendam dalam bisu walau mereka tidak gagu.
Puaskan malam
Hangatkan rasa dingin
Kebinalan liar menanti.

_________________________
-Jakarta Barat; 05-06-2010-
JZ



PUASKAN MALAM


ah!
meringislah kau bulan
sumbingkan senyuman
hangatkan rasa yang dingin

kangkangi jagat malam
buka tabir kebisuan kalam
beri pesan ada getar menanti

jangan tunggu kata nanti
bila malam kini tlah hadir
kebinalan jalang malam menanti



Salam Jalang Malam

~ oleh ranahaksara pada Juni 13, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: