KISAH SELIMUT SEMALAM [sepetak kamar hitam #8]


Seperti barang karena hanya selembar kain lusuh.
Yang gampang dibuang bila kehendak telah terpuaskan atau tercapai.
Terbentang hangat diatas jiwa yang kering.
Mata memincing miring
bagai seonggok sampah tak bernilai,
ketika kuncup aroma melayu berguguran helai tersapu dan terhempas.
Terinjak kakikaki pejalan tambun
yang sekedar membutuhkan untuk membuang syahwat.
Setelah itu dihempaskannya lagi, membaur lagi pada debu sucikan diri. Biarlah..
Debu diraupnya kembali basuhkan diri hangatkan lagi selimuti bangkaibangkai jiwa sekarat malam jiwajiwa yang haus akan kehangatan.
Terpanggang panas bila terhempas sia,
rindu akan sejatinya edelweiss
bila sudi tergenggam olehnya.
Esok bila waktumu akan tiba
kaupun akan menghumus tanah tumbuhkan lagi kelopakkelopak mewangi.
Hanyalah jalang malam
Pemuas penikmat kelam
Sebatas malam
Bukan untuk esok.

_________________________
-Jakarta Barat; 09-06-2010-
JZ

SELIMUT MALAM

Kau bilang; aku jalang malam

Tapi kau masih menindih hitam bayanganku

Kau japit erat tiap geliat lekuk tubuhku
kecup cicip terus kau lumat habis
terengkuh, saling mengerang
lepas

Hanya berbahasakan tubuh
tiada bereja bibir rajuk merayu
kau reguk tiap lekuk hingga liang menghangat
puasmu

Andai kau tau, damba sang jalang?

Aku telanjang
ingin busanakan jiwa mu
jadi selimut hati
bukan hanya selimut semalam


hanya semalam, ya hanya semalam kisah itu. dimana hanya ada sebagai pelampiasan ketika nafsu yang merajai diri. kisah yang berakhir diatas pembaringan dengan saling membutuhkan dan saling memuaskan antara wanita malam, wanita penghibur dengan si om tambun..

Salam

~ oleh ranahaksara pada Juni 13, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: