BARTER MALAM [sepetak kamar hitam #3]

Diburu waktu karena spp adiknya beberapa bulan belum terlunasi, maklum hanya Tina (begitu ia dipanggil) menjadi penanggung nafkah keluarga. Karna almarhum ayahnya tak memiliki warisan. Sedangkan ibunya sering sakit.

Tina sulung dari tiga bersaudara.

Gaji penjaga toko masih belum cukup untuk melunasi spp adik, ‘wah kudu cari tambahan biar bisa cepat terlunasi’ gumamnya sendiri.

Iseng sepulang kerja belum begitu malam untuk membuang jam macet jalanan disempatkannya jalan-jalan seputar pusat perbelanjaan. Cuci mata pikir Tina walau pikiran sedang ruwet, ‘siapa tahu ada yang nyangkut, lumayan..’

Tak beberapa lama telpon genggamnya berdering diangkatnya untuk menerima telpon masuk. Selesai menerima telpon wajahnya yang tadi kusut kalut berubah segar bercahay tertawa kecil sendiri seperti telah menerima berita bahagia, bergegaslah Tina berangkat ke suatu tempat tanpa pulang dulu kekostnya.

Teman gaulnya diluar tadi yang menelponnya, mengatakan bahwa ada tamu yang sedang menuggu dan sedang mencari teman kencan denagn imbalan yang sangat memuasakan. Tamu itu hanya minta ditemani sehari saja karena ia berasal dari luar daerah dan ingin menikmati malam pijar lampu kota untuk semalam saja plus teman tidur pula.

Akhirnya aku bisa segera melunasi spp adik dan selebihnya bisa aku bagi untuk kebutuhan rumah yang lainnya. Bergegaslah ia menemui tamu tersebut dan sebelum menemui tamu tersebut Tina menelpon tamu itu untuk memastikan kebenarannya dan mengabarkan bahwa ia sedang dalam perjalanan menemuinya. Nomor telpon tamu tersebut ia peroleh dari temannya tadi.

Dengan sabar hati Tina melayani tamu tersebut dan berharap lekaslah malam dan berganti esok agar cepat ia membagi uang imbalan dari tamu malamnya ini.

Dan lusanya Tina segera memberi kabar dikampung untuk mengirimkan uang spp ke adiknya. Yang rekeningnya ia pinjam dari rekening tetangganya di kampungnya.


________________________
-Jakarta Barat; 03-06-2010
JZ



jangan ulur waktu
kuasai malam
paksa bulan
perpanjang kelam

aku butuh
kau inginkan pula

gegaslah
cengkram! selesaikan
hanya pada malam
renggut! diam

tubuh ini
kau barter dengan rupiah

tubuh ini
kau barter dengan rupiah



ketika dalam keadaan yang menghimpit, siapapun pasti akan melakukan sesuatu yang menyerong. itupun tanpa kita sadari. kembali lagi karena kita hanyalah manusia segudang salah dan khilaf milik kita… demi membahagiakan keluarga dikampung, ia pun rela melakukan apa saja, ingin merubah taraf kehidupan seseorang pun akan berbuat hal yang sama seperti diatas dan tentunya mungkin dengan laku yang berbeda pula. karena masing-masing mempunyai cara tersendiri untuk mengatasi kemelut atau persoalan yang ada..


Salam

~ oleh ranahaksara pada Juni 13, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: