Benih Titisan

ketika bulan ingkari rahim untuk bertandang

riuh resah menanti tak kunjung datang

baru semalam bersetubuh desah gulati ranjang

mengapa bulan enggan bersua kala waktunya

bulan tiada perut pun kian membuncit

mengandung berbadan dua dari sperma siapa

desah benih mencarimencari,

darah siapa cairan siapa

tanggung jawab siapa?

tanggalkan lapislapisan moral

lucuti perlahan peradaban diri

aib pada janin muliakan derajat

tiada tuntutan tiada tertanggung

haramnya janin halalkan aborsi



















____________________
-Jakarta; 03-02- 2010-
JM


memang, tanpa kita sadar dan lupa diri ada batasbatas norma dalam menjalin suatu hubungan yang pastinya ditentang agama manapun. dimana kelalaian hubungan akan mengakibatkan dampak yang sangat memalukan bahkan menjadi aib sepanjang hidup…
semoga kita lebih waspada bila batasan itu telah didepan mata.

Salam

~ oleh ranahaksara pada Juni 12, 2010.

2 Tanggapan to “Benih Titisan”

  1. puisinya bagus, mengingatkan saya pada mantan yg hamil sama selingkuhannya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: