Puisi Palsu


PUISI PALSU


itu palsu
aku mengetahui di sudut senyuman tipis
memeluk bahu pemilik mata yang sembab
bergamit di belakang punggung kekasih.
seperti bisa merasa perasaan itu, padahal
kau tak bisa memasak apalagi meramu bumbu kata

itu palsu
mengkiaskan seolah pesona bulan serupamu
dengan bulu putih angsa berenang mengitari
tengah telaga bening di kelopak matamu,
yang di atasnya membusur alis melesatkan
anak panah jitu ke jantung hati.

itu palsu
ketika menenun juntaian rambut di jemari tangan
tampak kilauan mutiara terselipkan kuncup bunga
yang semalam dipetiknya dari taman gadis tetangga
dijepitnya di sela sayap kupukupu telingamu
ada cabang lidah ular, membisik; ‘maaf ku ingkari’

itu palsu
saat amarahnya membakar semua tulisan puisi cinta
membuatnya mengabu agat tiada kenangan,
padahal sedang di tawar para pemburu cinta
untuk di bukukan. cintanya terbeli.



aku menulis puisi palsu ini,
karena sedang bersama si pemalsu itu.





















___________________
-Jakarta; 05-07-2010-
JM

About these ads

~ oleh ranahaksara pada Juli 5, 2010.

2 Tanggapan to “Puisi Palsu”

  1. wew… ini yah yang namanya puisi kontemporer…? kereeeen…… gimana yah supaya bisa buat puisi kek gitu?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: